Back to him… Mungkin beliau begitu karena sedang menanti kelahiran bebi nya. Jadi persiapan agar kelak bisa bercanda ria dengan anaknya. DUuuhh senengnya yang lagi nunggu bebi… ;p. Oya jadi, hari itu beliau datang ke rumah Putri di seberang jalan, masih bersama adik-adik tentunya. Sebagai leader tentu saja ia berjalan di depan.
"Itu ustadz yang pagar…" belum selesai Putri memberitahu, Ia langsung nyelonong ke salah satu rumah berpagar hitam dan sedetik kemudian..
"Assalamu’alaikum…" tau-tau ia sudah menyalami sang pemilik rumah.
"Wa’alikum salam…" yang disalami tersenyum saja sambil terbengong dan bertanya-tanya siapakah gerangan tamu yang datang.
"Ibu ini wali dari…., Put..putri….!!!" serunya sambil mencari-cari Putri. Akhirnya Ia menyadari bahwa ternyata hanya dirinyalah yang berada di rumah mungil ini.
Sontak saja selesai bersalaman Ia langsung keluar sambil meminta maaf. Di luar pagar, dilihatnya adik-adik terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka demi melihat ekspresi ustadz yang mereka sayangi. Asli lucu banget!!..
"Senang yaa kalian?? Melihat ustadz kaya gitu tadi?? serunya sambil tersenyum kecut.
"Yah… ustadz, jangan salahin kita dunk!! Ustadz sendiri yang maen nyelonong masuk rumah orang. Lha wong Putri baru mau kasi tau kalau rumahnya itu pagar hijau.."
"Abis dia kan ngasi taunya sambil nunjuk ke arah sini. Jadi biar cepet ya saya masuk ajah.. "
"Ya sudahlah.. yang mana rumahnya?Awas kalau kalian ngerjain saya lagi yaa.."
Akhirnya beliau berjalan belakangan, takut salah masuk lagii.. hehehee
Ustadz..ustadz.. ada-ada ajah dee..




