Pertamakali mendengar coldfusion yang ada di pikiran saya adalah pemrograman yang cukup rumit. Dilihat dari namanya saja seperti sesuatu yang dingin, seolah enggan untuk disentuh. Ketika itu saya dan teman mendapat tawaran untuk mengalih bahasakan (translate) sebuah buku tentang Coldfusion yang semuanya berbahasa inggris. Pekerjaan tersebut tidak selesai karena untuk mentranslete secara manual, dibutuhkan waktu yang lumayan lama. Meskipun akhirnya kami menggunakan transtool, hasilnya malah berantakan. Tapi waktu itu saya masih belum terpikir untuk mempelajarinya lebih lanjut.
Dan penyesalan itu datang sekarang. Saat ini saya sedang dalam tahap pegajuan judul skripsi. Program yang akan saya ajukan menggunakan Coldfusion. Bagi yang sudah akrab dengan html, maka tidak akan banyak kesulitan ketika menggunakan coldfusion. Berikut ini beberapa yang saya ketahui tentang Coldfusion. ColdFusion, seperti halnya php dan asp adalah bahasa pemrograman berbasis web. Pertama kali dikembangkan oleh Allaire Corp sampai dengan versi 5.0 sebelum akhirnya dibeli oleh Macromedia.
Versi terakhir yang dijual oleh Macromedia sampai saat ini adalah Macromedia Coldfusion MX. Syntax coldfusion berbasis html, disebut tag cfml. Kita bisa menuliskan listing program pada notepad kemudian ekstensinya diganti cfm. Jadi misalnya nama file itu adalah data_pegawai.cfm. Atau untuk lebih mudahnya kita bisa menggunakan Coldfusion Studio. Ini sudah termasuk dalam paket Coldfusion ketika pertamakali kita menginstall. Bisa juga menggunakan Dreamweaver ataupun Homesite. Ketiga editor tersebut mempunyai cfml validator sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai editor html dan cfml.
Selain itu bahasa pemrogramannya mudah untuk dimengerti, tanpa harus mempelajari sintax atau kata kunci dan tanda pengenal lain yang biasanya dibutuhkan pada bahasa pemrograman lain. Dengan kemampuan seperti ini coldfusion dapat dikembangkan menjadi sebuah aplikasi yang handal dan mudah digunakan. Keunggulan menggunakan Coldfusion Beberapa programmer ColdFusion mengakui jika menggunakan ini, pemrograman berbasis web lebih cepat dan terfokus pada penyelesaian aplikasi dibanding dengan bahasa lain. Karena pemrograman lain biasanya menggunakan komponen 3rd party.
Penggunaan komponen yang sangat beragam di pasaran ini yang kadang membuat waktu pemrograman menjadi tambah panjang. Jadi intinya mereka lebih memilih coldfusion karena lebih sederhana dan efektif. Menurut beberapa orang yang telah mencobanya, waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari pemrograman ini lebih cepat dibandingkan dengan pemrograman lain. Jadi kalau boleh saya mengutip pendapat dari seorang penulis di forum http://www.coldfusion.co.id bahwa (kurva belajar + pembuatan aplikasi CF) < (kurva belajar + pembuatan aplikasi PHP). Tentu saja hal ini tidak berlaku jika kita sudah mahir menggunakan PHP. Dan tentu saja jika belajarnya dengan sungguh-sungguh. ColdFusion ini dirancang untuk melakukan pengembangan aplikasi e-business yang membutuhkan tingkat skalabilitas tinggi dengan melakukan integrasi antara teknologi browser, server, basis data dan komponent object lain. Tersedia fasilitas visual programming, basis data dan alat bantu untuk melakukan pelacakan kesalahan dalam sebuah lingkungan pengembangan terintegrasi yang disebut ColdFusion Studio.
ColdFusion menyediakan kemudahan dalam melakukan koneksi dengan basis data melalui teknologi ODBC, OLE DB, dan native drivers untuk Oracle dan Sybase. Jadi database apapun yang kita gunakan harus di daftarkan dulu di administrator, sehingga akan dikenali kemudian. Sedangkan untuk pengembangan lainnya, ColdFusion menyediakan fasilitas untuk berinteraksi dengan object-object lain seperti Java Servlet, COM dan Corba. Hal ini pula yang akhirnya menjadikan Allaire sebagai pencipta ColdFusion diterima oleh kalangan industri lain, terutama yang mengeluarkan produk untuk pengembangan web. Sebagai contoh, Adobe dan Macromedia sebagai perusahaan pengembang aplikasi editor HTML WYSIWIG yang paling banyak digunakan saat ini mengintegrasikan kemampuan script ColdFusion menggabungkan dua nilai penting dalam pemrograman web yaitu simplicity (kemudahan) dan powerful (kekuatan). Lebih dari tujuh puluh (70) tag CFML dan lebih dari dua ratus (200) fungsi-fungsi yang disediakan oleh ColdFusion akan sangat membantu pengembang dalam proses pengembangan aplikasi web (ALL1999). Berikut adalah fasilitas-fasilitas yang memberikan kemudahan sekaligus kekuatan pada ColdFusion:
o Konstruksi program yang jelas, seperti flow control dan decision making.
o Akses basis data dengan mudah, termasuk akses stored procedure dan transactions melalui ODBC, OLE DB maupun native drivers yang disediakan.
o Kemudahan untuk melakukan komunikasi antar protokol seperti LDAP, POP3, SMTP, FTP dan HTTP,
o Integrasi yang baik dan mudah dengan teknologi lain seperti COM, CORBA dan EJB.
o Kemampuan untuk mengembangkan tag-tag khusus yang dapat diprogram menggunakan bahasa lain seperti C++, Java dan tentu saja CFML sendiri.
o Application framework yang baik termasuk untuk faktor keamanaan. Salah satu alasan utama penggunaan ColdFusion adalah adanya dukungan dari komunitas pengembang lain.
Allaire menyediakan fasilitas “developer forum” dan "ColdFusion user group” yang juga dapat berfungsi sebagai komunitas open source untuk membantu pengembang lain yang membutuhkan bantuan. Dalam pengembangan aplikasi web berskala besar, kemampuan portability dan scalability sudah seharusnya menjadi dasar pemikiran utama digunakannya sebuah teknologi pemrograman web tertentu. ColdFusion dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, ColdFusion sebagai sebuah web application server dengan segala kelebihan dan kekurangannya sangat layak untuk dipelajari dan dimanfaatkan dalam pengembangan aplikasi web.
Sementara itu biaya yang muncul akibat penggunaan teknologi pemrograman web tertentu seperti ColdFusion, ASP, PHP, Perl, JSP, Oracle App. Server dan sebagainya akan sangat menarik untuk dibahas. Selama ini kebanyakan pengembang hanya memperhitungkan biaya di awal (start up cost) yang muncul akibat penggunaan teknologi tertentu, namun perhitungan pembiayaan untuk hal-hal lain termasuk pembiayaan jangka panjang yang disebut sebagai total cost of ownership (TCO) belum pernah dilakukan. TCO menjadi sangat penting bagi perusahaan yang tentu saja mengharapkan kehidupan aplikasi web-nya berumur panjang.
Diolah dari berbagai sumber