xpression, pendidikan, Global warmingDecember 10, 2007 8:16 am

Hari Minggu yang lalu sempat menonton acara berita televisi untuk anak-anak di transTV. Pada salah satu segmennya ada beberapa pelajar yang diwawancara oleh reporter seputar pengetahuannya tentang "rumah kaca". Ada yang menjawab dengan benar, tetapi sebagian masih belum tepat. Ada yang menjawab rumah kaca adalah rumah tempat menyimpan tanaman-tanaman agar tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Liputan berita ini tentu saja berkaitan dengan isu Global Warming yang belakangan gencar diberitakan media di seluruh penjuru dunia.
Penjelasan mengenai Global Warming ini bisa anda baca di tulisan saya sebelumnya.

Terjadinya pemanasan global diyakini sebagai pemicu utama perubahan iklim. Bermula dari revolusi industri tahun 1870-an, kegiatan manusia yang menggunakan bahan bakar fosil, minyak, gas dan batubara, terus meningkat. Aktivitas pembangkitan tenaga listrik, kegiatan industri, penggunaan alat elektronik, dan penggunaan kendaraan bermotor secara simultan telah melepaskan sejumlah emisi gas atmosfer.

Gas dari emisi kegiatan yang dilakukan manusia inilah yang disebut gas rumah kaca, yang menurut Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim, terdiri atas karbondioksida [CO2], dinitroksida [N2O], metana [CH4], sulfurheksafluorida [SF6], perfluorokarbon [PFCs] dan hidrofluorokarbon [HFCs]. Gas-gas itu ternyata menghadang bahkan menyerap gelombang panas yang dipantulkan bumi untuk dikembalikan ke angkasa luar melalui atmosfer.

Akibatnya gelombang panas yang merupakan radiasi yang dipancarkan matahari untuk menghangatkan bumi ini, terperangkap di atmosfer bumi. Karena peristiwa ini berlangsung berulang kali, maka terjadi akumulasi radiasi matahari di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu di bumi makin hangat. Peristiwa ini dikenal dengan Efek Rumah Kaca [ERK].
Peningkatan suhu global dalam 100 tahun terakhir ini telah mencapai 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F)

Menurut Kajian Pelangi dan Kementrian Lingkungan Hidup, terdapat empat situasi karena Pemanasan Global:
Mencairnya es di kutub
Terjadinya pergeseran musim. Musim kemarau akan berlanngsung lebih lama, sedangkan musim hujan akan berlangsung singkat dengan intensitas curah hujan lebih tinggi dari normal, sehingga menimbulkan banjir, tanah longsor, dll.
Meningkatnya tinggi permukaan air laut
Terjadinya krisis pada sejumlah sektor kehidupan,
seperti krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah, dan diare, kebakaran hutan, serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.

Semoga sekelumit penjelasan yang saya ambil dari berbagai sumber ini bisa memuaskan rasa ingin tahu pembaca sekalian. Dan semoga bisa menggerakkan hati kita untuk Menyelamatkan Bumi tercinta ini….
Save our Earth…

pendidikan 5:18 am
Makin menggeliatnya berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, memberikan banyak alternatif pilihan bagi masyarakat untuk menimba ilmu. Salah satu lembaga pendidikan itu adalah pesantren. Banyak orang tua yang berpendapat bahwa pesantren bisa memberikan pendidikan berikut pengajaran lebih intensif bagi anak-anaknya. Dengan demikian ilmu yang didapat tidak hanya ilmu duniawi, melainkan juga bekal untuk kehidupan di akhirat.

Sebut saja Pondok Modern Gontor. Pondok ini menggabungkan antara pendidikan pesantren dengan pengajaran yang modern. Pengajaran bersifat klasikal, yaitu proses belajar mengajar dilakukan di kelas. Materi  ilmu umum dan ilmu agama diajarkan secara seimbang. Mereka menyebut prosentasenya 100%-100%. Penyampaian materi menggunakan dua bahasa, Arab dan Indonesia. Dua piranti ijtihad ini sebagai kunci Bahasa Arab sebagai kunci mempelajari ilmu agama dan Inggris untuk ilmu umum.

Diterimanya pakaian celana di lingkungan pesantren juga berasal dari Gontor walau pada mulanya sangat dikritik kalangan pesantren salaf (tradisional). Demikian pula pengembangan koperasi pesantren, Gontor telah puluhan tahun lalu mengembangkannya. semua itu diintrodusir oleh Gontor.

Sistem Gontor telah menjadi fenomena dalam khazanah dunia pendidikan Indonesia. Kehadirannya layak disejajarkan dengan Muhammadiyah ataupun Taman- siswa. Sosialisasi sistem Gontor bukan cuma melalui pondok alumni, tapi juga karena diadopsi oleh pondok pesantren lainnya, keseluruhan atau sebagian.

Seluruh kehidupan di Pondok Modern Gontor didasarkan pada nilai-nilai yang dijiwai oleh suasana yang dapat disimpulkan dalam Panca Jiwa, yaitu Jiwa Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyyah dan bebas. Jiwa bebas ini akan menjadikan santri berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi kesulitan. Dalam kebebasan berpikir itulah alumni Gontor terus terpanggil melakukan ijtihad [pembaruan], tidak mudah terpola secara jumud [lamban]. Sekaligus mendobrak tradisi sami’na wa atha’na [mendengar dan patuh] pada kiai. "Sami’na wa atha’na para santri adalah kepada aturan, sistem pondok modern.

Pondok Modern Gontor merupakan hasil sintesa antara Universitas Al-Azhar Kairo [Mesir], Pondok Syanggit di Afrika Utara, Universitas Aligchar di India dan Taman Pendidikan Shantiniketan di India.

Al-Azhar dan Syanggit merupakan benteng pertahanan kebudayaan dan pendidikan Islam yang memiki wakaf besar bahkan memberi beasiswa para mahasiswanya. Aligchar cakap dalam usaha modernisasi ajaran Islam yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan zaman. Shantiniketan - didirikan Rabindranath Tagore - mampu mengembangkan sistem kebudayaan, kesederhanaan, kekeluargaan dan kedamaian. Nama Daarussalaam (tempat damai dan selamat) juga diilhami oleh makna shantiniketan.
Keempat lembaga pendidikan tersebut yang menjadi idaman para pendiri Pondok Modern Gontor, karena itu mereka hendak mendirikan lembaga pendidikan yang merupakan sintesa dari empat lembaga diatas.

Gagasan untuk membangun Gontor dan gambaran tentang bentuk pendidikan dan lulusannya diilhami oleh peristiwa dalam Kongres Ummat Islam  Indonesia di Surabaya pada pertengahan tahun 1926. Kongres itu dihadiri oleh oleh tokoh-tokoh ummat Islam Indonesia seperti H.O.S Cokroaminoto, Kyai Mas Mansur, H. Agus Salim, AM. Sangaji, Usman Amin, dll.
Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa ummat Islam Indonesia akan mengutus wakilnya ke Muktamar Islam sedunia yang akan diselenggarakan di Makkah. Tetapi timbul masalah tentang siapa yang akan menjadi utusan. Padahal utusan yang akan dikirim ke acara tersebut harus mahir sekurang-kurangnya bahasa Arab dan Inggris. Akhirnya dipilih dua orang utusan, yaitu H.O.S Cokroaminoto yang mahir berbahasa Inggris dan K.H Mas Mansur yang menguasai bahasa Arab. Peristiwa ini mengilhami Pak Sahal yang hadir sebagai peserta kongres tersebut akan perlunya mencetak tokoh-tokoh yang mahir bahasa Arab dan Inggris sekaligus.

Adapun visi dan misi Pondok ini antara lain :

  1. Membangkitkan Islam di Indonesia dan di dunia dimulai dari tempat dimana kita berada.
  2. Gontor sebagai perekat umat karena motto Gontor "Gontor berdiri diatas dan untuk semua golongan".
  3. Menjadi orang alim, intelek, shalih dengan falsafahnya: "Jadilah ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama".
  4. Mencetak kader-kader umat sebagai penerus khairul ummah yang berjiwa: keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiah, dan jiwa bebas.
Sungguh cita-cita yang mulia. Semoga output dari PMG bisa terus memberikan sumbangsih yang berarti bagi bangsa ini.
Semangat pembaruan Gontor mengingatkan pada Muhammadiyah. Di sisi lain, tradisi ritualnya, seperti wiridan massal seusai salat, membaca qunut nazilah saat Salat Subuh, dua kali azan pada Salat Jumat, adalah tradisi NU.

Semoga lembaga pendidikan seperti ini akan terus berkembang di Indonesia, dan kembali menjadikan Negara ini percontohan dalam bidang pendidikan di Asia seperti pada era tahun 70-an.

pendidikan 5:15 am
Dunia pendidikan di Negara kita saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan yang berarti. Berbagai sekolah dengan inovasi baru pun dibuka. Benarkah ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sudah mulai memahami pentingnya pendidikan bagi kehidupan bangsa ini?. Ataukah ini hanya lahan baru untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya?. Terlepas dari memahami atau tidak, yang terpenting adalah adanya kemajuan yang nyata dalam dunia pendidikan.

Jika kita melihat sejarah pendidikan di Jepang sebelum Restorasi Meiji, pendidikan pada awalnya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil). Mirip dengan pesantren di Indonesia.

Setelah itu Jepang terus mengadakan reformasi pendidikan guna menjadikan bangsa itu sejajar dengan dunia barat, yang telah lebih dulu maju. Setelah Restorasi Meiji pemerintah gencar menerbitkan dan menerjemahkan berbagai macam buku serta mengirimkan pelajar ke berbagai negara untuk mendalami berbagai bidang ilmu. Usaha ini akhirnya  membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Kemajuan pendidikan di Negara ini ternyata dibarengi dengan kemajuan industri yang menjadikan Jepang sebagai negara industri nomor satu di Asia.

Apa yang menjadikan Jepang menjadi demikian hebatnya?.Pada dasarnya pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang erat hubungannya. Kebudayaan positif tentunya akan mampu mendidik dan membentuk karakter seseorang. Ciri khas bangsa Jepang adalah kehausan mereka akan ilmu yang tak pernah terpuaskan. Karena itu tidak heran bila kehidupan sehari-hari bangsa Jepang tidak akan lepas dari membaca. Di stasiun, perpustakaan, di jalan, atau secara ekstremnya dikatakan, di mana ada kehidupan, di situ mereka membaca. Bahkan hingga saat ini, koran adalah bacaan wajib mereka setiap hari. Ini merupakan budaya yang sangat positif dan patut kita tiru.

Menurut Wiliam K. Cummings, Jepang berhasil merombak masyarakat melalui pendidikan melalui beberapa faktor antara lain :

  1. perhatian pada pendidikan datang dari pelbagai macam pihak
  2. sekolah Jepang tidak mahal
  3. tidak ada diskriminasi terhadap sekolah
  4. kurikulum sekolah Jepang amat berat
  5. sekolah sebagai unit pendidikan
  6. guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan
  7. guru Jepang penuh dedikasi
  8. guru Jepang merasa wajib memberi pendidikan "manusia seutuhnya
  9. guru Jepang bersikap adil
Jika kita bandingkan dengan fenomena yang terjadi di Negara kita, beberapa hal tersebut di atas tampak sangat bertolak belakang.

Menurut Danasasmita ada beberapa karakteristik yang mendorong bangsa ini maju. Ini dibuktikan dengan beberapa ucapan

  1. arigatoo [terima kasih]. Orang Jepang menghargai jasa orang lain
  2. otsukaresamadeshita [maaf, Anda telah bersusah payah]. Orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain
  3. ganbatte kudasai [berusahalah!]. Perlunya setiap orang harus berusaha
  4. semangat bushido [semangat kesatria]. Orang Jepang punya semangat yang tidak pernah luntur, tahan banting, dan tidak mau menyerah
Yang paling penting, pendidikan tidak hanya sekedar proses belajar-mengajar saja, tetapi proses penyadaran untuk menjadikan manusia seutuhnya. Bukan hanya menjadikan manusia sebagai produk keluaran dari sebuah lembaga pendidikan. Pendidikan adalah sebuah sarana untuk menjadikan manusia sebagai "manusia yang sadar diri" dalam sebuah generasi. Manusia yang mengerti apa yang seharusnya dilakukan atau tidak, apa yang baik dan jelek serta mengetahui mana yang hak atau kewajiban. Melahirkan manusia yang seperti ini adalah hakikat dari sebuah pendidikan.

Pada dekade 70-an Negara kita merupakan negara percontohan dalam bidang pendidikan. Bahkan dosen-dosen kita banyak yang diekspor ke Malaysia. Kini mereka bisa mendendangkan yel-yel "Malaysia Truly Asia", karena siapa?. Sungguh miris mengenang semua itu. Tapi sebagai generasi penerus, kita harus yakin bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki semua itu. Jepang yang pernah luluh lantak ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu bisa menjadi nomor satu di Asia. Kenapa kita tidak mengaca kepadanya?.

xpression, newsflash!!, ilmiah euy.. ;p, Global warmingDecember 2, 2007 5:11 am
Beberapa waktu yang lalu sempat menonton film The Day after Tomorrow yang tayang di salah satu televisi swasta. Meski bukan film baru, ternyata aku belum pernah menontonnya. Bercerita tentang dampak mengerikan dari pemanasan global yang disebut juga Global warming. Dalam film tersebut sempat diperlihatkan keadaan kota yang porak poranda akibat becana yang pada akhirnya membekukan seluruh kota. Membekukan dalam arti sebenarnya. Yah… seisi kota menjadi beku menjadi gumpalan es. Seperti mengulang zaman es.

Belakangan ini berita televisi memang diwarnai dengan bencana yang terjadi dimana-mana. Mulai dari banjir bandang,  kebakaran hutan, angin topan, badai, gempa bumi serta gunung meletus. Kitapun seakan sudah terbiasa dengan berita semacam itu karena saking seringnya terjadi. Tapi apakah kita akan berdiam diri saja melihat semua ini?.

Banyak pendapat yang membenarkan bahwa bencana yang terjadi sebagai akibat dari kurangnya kesadaran penduduk dunia akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Penebangan hutan secara besar-besaran, penggunaan energi secara berlebihan serta berbagai perilaku yang merugikan bumi sudah seharusnya kita hindari demi keselamatan planet kita.

Yang dimaksud dengan global warming atau pemanasan global adalah naiknya suhu normal permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh beredarnya beberapa material udara yang berbahaya dalam jumlah berlebihan sehingga merusak lapisan ozon yang selama ini melindungi bumi dari panas matahari. Hal ini tentu saja bisa berakibat fatal bagi planet kita. Mengingat planet kita memiliki dua kutub es yang bisa saja mencair jika benar-benar terjadi pemanasan global. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi kemudian. seleruh planet ini akan tenggelam karena mencairnya dua kutub es yang kita miliki. dan tidak akan cukup sampai disitu saja. Berbagai bencana akan datang bagai siklus yang bekelanjutan.

bahkan saat ini metro tv telah menayangkan film-film dokumenter pendek tentang perkiraan yang terjadi di beberapa kota di benua Amerika beberapa tahun mendatang. Kemasannya sudah lumayan bagus, tidak melulu berisi penjelasan yang rumit. Diselingi penggambaran suasana drama ketika bencana itu terjadi, menjadikan film-film seperti ini asyik dan membuat kita tersentak untuk segera melakukan perubahan gaya hidup. Atau bahkan jika sudah terlambat untuk mencegahnya paling tidak kita bisa mempersiapkan sebelum datangnya bencana itu. Misalnya badai di kota Dallas yang diperkirakan  akan muncul dalam belasan tahun mendatang, pemerintah bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengevakuasi korban lebih cepat. Munculnya film seperti ini bisa lebih meningkatkan kepedulian kita untuk lebih mencintai planet kita tercinta. Save the earth…….

Tanggal 3-14 desember mendatang akan diselenggarakan Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Nusa Dua-Bali. Acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 189 negara di dunia. Bertempat di Bali International Convention Centre, acara ini bertujuan menyusun strategi untuk meningkatkan antisipasi perubahan iklim sejak 2012. Semoga dengan hadirnya acara internasional seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya mencegah pemanasan global.

Untuk menyambut acara tersebut, Ibu Ani SBY memimpin Gerakan Nasional Perempuan Tanam dan Pelihara 10 juta pohon yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Desember kemarin. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon kecapi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur oleh beliau diikuti ribuan perempuan indonesia. Semoga kegiatan ini akan terus dipantau dan dikembangkan. Tidak hanya sekedar asal tanam saja.

Mari mulai mencintai bumi ini dengan hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon tanpa menanamnya kembali serta menumbuhkan perilaku hemat energi. Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini…
Mari mulai saat ini
Mulai dari yang paling kecil
Mulai dari diri sendiri

Yuukk.. nanam pohon yuuuuk….

xpression, newsflash!! 5:10 am
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Beberapa mahasiswa menggelar aksi bagi-bagi selebaran dan stiker tentang bahaya narkoba serta bunga mawar di jalan raya. Bahkan ada yang ngasih ucapan "happy AIDSday!! :p " lewat sms di hp ku. Semoga dengan adanya berbagai kegiatan kampanye seperti ini beberapa tahun mendatang kita sudah tidak memperingati hari AIDS lagi, karena semua penduduk dunia sudah tidak ada lagi yang terkena virus mematikan ini. Amiiin.

Pada hari itu pula para mahasiswa melepas 1000 balon berbentuk kondom sebagai pembuka Pekan Kondom Nasional (PKN) di Bundaran senayan Jakarta Pusat. Memang tujuannya untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, tetapi kegiatan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif. Mungkin pembagian ini ditujukan untuk pasangan suami istri, tetapi bisa saja anak muda yang bahkan belum menikah kemudian menggunakannya. Hal ini bisa memicu terjadinya free sex bukan?. Hendaknya kegiatan seperti ini lebih dikontrol.  Atau cukup dengan penyuluhan kepada pasangan suami istri tentang pentingnya penggunaan alat ini. Tidak perlu membagi-bagi kepada siapa saja kan?. Karena jika disalahgunakan kita juga ikut bertanggung jawab.

Memang penularan virus HIV-AIDS bisa melalui hubungan seperti itu, namun 70% penularannya dari penggunaan jarum suntik. Dengan fenomena ini pemerintah hendaknya lebih tegas lagi menjatuhi hukuman bagi pengedar narkoba. Karena orang-orang itulah "biang kerok" dari kemelut virus mematikan ini.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Dunia kedokteran belum juga menemukan titik terang, dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah MENGHINDARINYA. Ketika seseorang telah terjangkit virus ini maka kekebalan tubuhnya akan menurun dengan demikian ia akan mudah terkena penyakit. Dan jika itu terjadi maka ia akan tertap menderita penyakit tersebut hingga menemui ajalnya. Jika kekebalan tubuhnya terserang maka akan terus menurun. Oleh karena itu bagi penderita HIV-AIDS sebaiknya terus menambah kekebalan tubuhnya untuk hidup lebih lama. Begitu teorinya, tetapi tetap saja "kematian adalah kuasa TUHAN". Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Menurut data dari Departemen Kesehatan sejak tahun 1987, sebanyak 5.904 jiwa terjangkit virus HIV yang belum menunjukkan gejala. Sedangkan penderita AIDS 10.384, 2.287 diantaranya telah meninggal. Dalam kurun tahun 2006, sebanyak 176.000 - 247.000 penderita HIV-AIDS. Sebagian sudah menikah atau berencana menikah. Data ini akan berkembang di lapangan. Berdasarkan rumus Badan Kesehatan Dunia WHO,jika satu orang terdeteksi positif berarti sudah ada 100 penderita terselubung. Bayangkan saja…. sudah berapa juta jiwa yang menjadi korban.

Semoga harapan untuk tidak lagi merayakan hari AIDS beberapa tahun mendatang bisa terwujud…..
Aminn..

curhattt.., newsflash!! 5:08 am
Pagi itu kami dikejutkan oleh suara gaduh para warga. Suara itu datangnya dari arah timur tempat tinggalku. Ketika keluar dari rumah terlihat wajah-wajah  cemas bercampur haru, seperti ada yang baru saja meninggal. Sontak kutanya Pak Jo, tukang sayur yang setiap hari nongol di depan rumahku.
"Ada apa toh Pak?"
"Itu.. katanya ada yang ketabrak kereta di sana" jawab Pak Jo sambil menunjuk ke arah timur.
Beberapa orang tampak berjalan tergesa ke arah yang ditunjukkan Pak Jo tadi. Bahkan ada yang berlari sambil berteriak.. "siapa…?" khawatir korban yang tertabrak adalah anggota keluarganya.

Beberapa menit kemudian terdengar dengung sirine mobil ambulans dan polisi pun berdatangan. Suasana semakin mencekam ketika kulihat kemudian mobil ambulans lewat setelah mengevakuasi korban. Di belakangnya iring-iringan motor para warga juga polisi, seolah membawa pergi kecemasan kami.

Kabarnya kendaraan yang ditabrak adalah truk. Kira-kira 2km ke arah timur tempat tinggalku terdapat beberapa pabrik. Setiap hari kendaraan pribadi maupun truk-truk pengangkut barang bersliweran di jalan depan rumahku. Kebetulan truk naas itu sedang tidak mengangkut barang karena waktu itu masih pagi. Mungkin saja dia sedang akan mengambil barang, aku tidak tahu. Kata Lek Narti, tetanggaku yang sempat menonton kejadian itu, pengemudinya seorang lelaki paruh baya berasal dari wagir. Malang benar nasibnya.

Tragedi seperti ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa bulan yang lalu seorang anggota TNI yang sedang melintas mengendarai motornya juga menjadi korban kelalaian pemerintah. Kenapa disebut kelalaian pemerintah?. Karena jalur kereta api yang terletak di pemukiman warga ini tanpa pembatas jalan. Dan karena tanpa pembatas maka otomatis tanpa pos penjagaan. Padahal setiap harinya ratusan kendaraan lalu lalang melintasi jalur kereta api yang melintang di jalur mereka. Meski sudah beberapa kali memakan korban, rupanya pemerintah daerah belum tergerak untuk membangun pembatas jalan.

Jalur kereta tersebut berada di Jl Dr Cipto gang Kalianyar desa Bedali kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Semoga tragedi semacam ini tidak akan terjadi lagi. Semoga setelah ini para pemilik perusahaan yang melintasi jalan ini akan tergerak hatinya untuk membangun pembatas jalan demi keselamatan karyawannya. Semoga….
Amiin

«« Previous posts