Mengaca pada Pendidikan di Jepang
Jika kita melihat sejarah pendidikan di Jepang sebelum Restorasi Meiji, pendidikan pada awalnya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil). Mirip dengan pesantren di Indonesia.
Setelah itu Jepang terus mengadakan reformasi pendidikan guna menjadikan bangsa itu sejajar dengan dunia barat, yang telah lebih dulu maju. Setelah Restorasi Meiji pemerintah gencar menerbitkan dan menerjemahkan berbagai macam buku serta mengirimkan pelajar ke berbagai negara untuk mendalami berbagai bidang ilmu. Usaha ini akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Kemajuan pendidikan di Negara ini ternyata dibarengi dengan kemajuan industri yang menjadikan Jepang sebagai negara industri nomor satu di Asia.
Apa yang menjadikan Jepang menjadi demikian hebatnya?.Pada dasarnya pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang erat hubungannya. Kebudayaan positif tentunya akan mampu mendidik dan membentuk karakter seseorang. Ciri khas bangsa Jepang adalah kehausan mereka akan ilmu yang tak pernah terpuaskan. Karena itu tidak heran bila kehidupan sehari-hari bangsa Jepang tidak akan lepas dari membaca. Di stasiun, perpustakaan, di jalan, atau secara ekstremnya dikatakan, di mana ada kehidupan, di situ mereka membaca. Bahkan hingga saat ini, koran adalah bacaan wajib mereka setiap hari. Ini merupakan budaya yang sangat positif dan patut kita tiru.
Menurut Wiliam K. Cummings, Jepang berhasil merombak masyarakat melalui pendidikan melalui beberapa faktor antara lain :
- perhatian pada pendidikan datang dari pelbagai macam pihak
- sekolah Jepang tidak mahal
- tidak ada diskriminasi terhadap sekolah
- kurikulum sekolah Jepang amat berat
- sekolah sebagai unit pendidikan
- guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan
- guru Jepang penuh dedikasi
- guru Jepang merasa wajib memberi pendidikan "manusia seutuhnya
- guru Jepang bersikap adil
Menurut Danasasmita ada beberapa karakteristik yang mendorong bangsa ini maju. Ini dibuktikan dengan beberapa ucapan
- arigatoo [terima kasih]. Orang Jepang menghargai jasa orang lain
- otsukaresamadeshita [maaf, Anda telah bersusah payah]. Orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain
- ganbatte kudasai [berusahalah!]. Perlunya setiap orang harus berusaha
- semangat bushido [semangat kesatria]. Orang Jepang punya semangat yang tidak pernah luntur, tahan banting, dan tidak mau menyerah
Pada dekade 70-an Negara kita merupakan negara percontohan dalam bidang pendidikan. Bahkan dosen-dosen kita banyak yang diekspor ke Malaysia. Kini mereka bisa mendendangkan yel-yel "Malaysia Truly Asia", karena siapa?. Sungguh miris mengenang semua itu. Tapi sebagai generasi penerus, kita harus yakin bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki semua itu. Jepang yang pernah luluh lantak ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu bisa menjadi nomor satu di Asia. Kenapa kita tidak mengaca kepadanya?.




saya boleh minta data ttg sejarah pendidikan dijepang era edo-meiji?? saya mohon kirim ke email saya karena saya sedang dalam penyusunan skripsi
Comment by graha banurea — February 24, 2008 @ 4:15 am
coba ceritakan penjajahan jepang di indonesia
Comment by lan — August 11, 2009 @ 11:57 am