Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Beberapa mahasiswa menggelar aksi bagi-bagi selebaran dan stiker tentang bahaya narkoba serta bunga mawar di jalan raya. Bahkan ada yang ngasih ucapan "happy AIDSday!! :p " lewat sms di hp ku. Semoga dengan adanya berbagai kegiatan kampanye seperti ini beberapa tahun mendatang kita sudah tidak memperingati hari AIDS lagi, karena semua penduduk dunia sudah tidak ada lagi yang terkena virus mematikan ini. Amiiin.

Pada hari itu pula para mahasiswa melepas 1000 balon berbentuk kondom sebagai pembuka Pekan Kondom Nasional (PKN) di Bundaran senayan Jakarta Pusat. Memang tujuannya untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, tetapi kegiatan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif. Mungkin pembagian ini ditujukan untuk pasangan suami istri, tetapi bisa saja anak muda yang bahkan belum menikah kemudian menggunakannya. Hal ini bisa memicu terjadinya free sex bukan?. Hendaknya kegiatan seperti ini lebih dikontrol.  Atau cukup dengan penyuluhan kepada pasangan suami istri tentang pentingnya penggunaan alat ini. Tidak perlu membagi-bagi kepada siapa saja kan?. Karena jika disalahgunakan kita juga ikut bertanggung jawab.

Memang penularan virus HIV-AIDS bisa melalui hubungan seperti itu, namun 70% penularannya dari penggunaan jarum suntik. Dengan fenomena ini pemerintah hendaknya lebih tegas lagi menjatuhi hukuman bagi pengedar narkoba. Karena orang-orang itulah "biang kerok" dari kemelut virus mematikan ini.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Dunia kedokteran belum juga menemukan titik terang, dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah MENGHINDARINYA. Ketika seseorang telah terjangkit virus ini maka kekebalan tubuhnya akan menurun dengan demikian ia akan mudah terkena penyakit. Dan jika itu terjadi maka ia akan tertap menderita penyakit tersebut hingga menemui ajalnya. Jika kekebalan tubuhnya terserang maka akan terus menurun. Oleh karena itu bagi penderita HIV-AIDS sebaiknya terus menambah kekebalan tubuhnya untuk hidup lebih lama. Begitu teorinya, tetapi tetap saja "kematian adalah kuasa TUHAN". Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Menurut data dari Departemen Kesehatan sejak tahun 1987, sebanyak 5.904 jiwa terjangkit virus HIV yang belum menunjukkan gejala. Sedangkan penderita AIDS 10.384, 2.287 diantaranya telah meninggal. Dalam kurun tahun 2006, sebanyak 176.000 - 247.000 penderita HIV-AIDS. Sebagian sudah menikah atau berencana menikah. Data ini akan berkembang di lapangan. Berdasarkan rumus Badan Kesehatan Dunia WHO,jika satu orang terdeteksi positif berarti sudah ada 100 penderita terselubung. Bayangkan saja…. sudah berapa juta jiwa yang menjadi korban.

Semoga harapan untuk tidak lagi merayakan hari AIDS beberapa tahun mendatang bisa terwujud…..
Aminn..