Beberapa waktu yang lalu sempat menonton film The Day after Tomorrow yang tayang di salah satu televisi swasta. Meski bukan film baru, ternyata aku belum pernah menontonnya. Bercerita tentang dampak mengerikan dari pemanasan global yang disebut juga Global warming. Dalam film tersebut sempat diperlihatkan keadaan kota yang porak poranda akibat becana yang pada akhirnya membekukan seluruh kota. Membekukan dalam arti sebenarnya. Yah… seisi kota menjadi beku menjadi gumpalan es. Seperti mengulang zaman es.

Belakangan ini berita televisi memang diwarnai dengan bencana yang terjadi dimana-mana. Mulai dari banjir bandang,  kebakaran hutan, angin topan, badai, gempa bumi serta gunung meletus. Kitapun seakan sudah terbiasa dengan berita semacam itu karena saking seringnya terjadi. Tapi apakah kita akan berdiam diri saja melihat semua ini?.

Banyak pendapat yang membenarkan bahwa bencana yang terjadi sebagai akibat dari kurangnya kesadaran penduduk dunia akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Penebangan hutan secara besar-besaran, penggunaan energi secara berlebihan serta berbagai perilaku yang merugikan bumi sudah seharusnya kita hindari demi keselamatan planet kita.

Yang dimaksud dengan global warming atau pemanasan global adalah naiknya suhu normal permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh beredarnya beberapa material udara yang berbahaya dalam jumlah berlebihan sehingga merusak lapisan ozon yang selama ini melindungi bumi dari panas matahari. Hal ini tentu saja bisa berakibat fatal bagi planet kita. Mengingat planet kita memiliki dua kutub es yang bisa saja mencair jika benar-benar terjadi pemanasan global. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi kemudian. seleruh planet ini akan tenggelam karena mencairnya dua kutub es yang kita miliki. dan tidak akan cukup sampai disitu saja. Berbagai bencana akan datang bagai siklus yang bekelanjutan.

bahkan saat ini metro tv telah menayangkan film-film dokumenter pendek tentang perkiraan yang terjadi di beberapa kota di benua Amerika beberapa tahun mendatang. Kemasannya sudah lumayan bagus, tidak melulu berisi penjelasan yang rumit. Diselingi penggambaran suasana drama ketika bencana itu terjadi, menjadikan film-film seperti ini asyik dan membuat kita tersentak untuk segera melakukan perubahan gaya hidup. Atau bahkan jika sudah terlambat untuk mencegahnya paling tidak kita bisa mempersiapkan sebelum datangnya bencana itu. Misalnya badai di kota Dallas yang diperkirakan  akan muncul dalam belasan tahun mendatang, pemerintah bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengevakuasi korban lebih cepat. Munculnya film seperti ini bisa lebih meningkatkan kepedulian kita untuk lebih mencintai planet kita tercinta. Save the earth…….

Tanggal 3-14 desember mendatang akan diselenggarakan Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Nusa Dua-Bali. Acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 189 negara di dunia. Bertempat di Bali International Convention Centre, acara ini bertujuan menyusun strategi untuk meningkatkan antisipasi perubahan iklim sejak 2012. Semoga dengan hadirnya acara internasional seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya mencegah pemanasan global.

Untuk menyambut acara tersebut, Ibu Ani SBY memimpin Gerakan Nasional Perempuan Tanam dan Pelihara 10 juta pohon yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Desember kemarin. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon kecapi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur oleh beliau diikuti ribuan perempuan indonesia. Semoga kegiatan ini akan terus dipantau dan dikembangkan. Tidak hanya sekedar asal tanam saja.

Mari mulai mencintai bumi ini dengan hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon tanpa menanamnya kembali serta menumbuhkan perilaku hemat energi. Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini…
Mari mulai saat ini
Mulai dari yang paling kecil
Mulai dari diri sendiri

Yuukk.. nanam pohon yuuuuk….