xpression, newsflash!!, ilmiah euy.. ;p, Global warmingDecember 2, 2007 5:11 am
Beberapa waktu yang lalu sempat menonton film The Day after Tomorrow yang tayang di salah satu televisi swasta. Meski bukan film baru, ternyata aku belum pernah menontonnya. Bercerita tentang dampak mengerikan dari pemanasan global yang disebut juga Global warming. Dalam film tersebut sempat diperlihatkan keadaan kota yang porak poranda akibat becana yang pada akhirnya membekukan seluruh kota. Membekukan dalam arti sebenarnya. Yah… seisi kota menjadi beku menjadi gumpalan es. Seperti mengulang zaman es.

Belakangan ini berita televisi memang diwarnai dengan bencana yang terjadi dimana-mana. Mulai dari banjir bandang,  kebakaran hutan, angin topan, badai, gempa bumi serta gunung meletus. Kitapun seakan sudah terbiasa dengan berita semacam itu karena saking seringnya terjadi. Tapi apakah kita akan berdiam diri saja melihat semua ini?.

Banyak pendapat yang membenarkan bahwa bencana yang terjadi sebagai akibat dari kurangnya kesadaran penduduk dunia akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Penebangan hutan secara besar-besaran, penggunaan energi secara berlebihan serta berbagai perilaku yang merugikan bumi sudah seharusnya kita hindari demi keselamatan planet kita.

Yang dimaksud dengan global warming atau pemanasan global adalah naiknya suhu normal permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh beredarnya beberapa material udara yang berbahaya dalam jumlah berlebihan sehingga merusak lapisan ozon yang selama ini melindungi bumi dari panas matahari. Hal ini tentu saja bisa berakibat fatal bagi planet kita. Mengingat planet kita memiliki dua kutub es yang bisa saja mencair jika benar-benar terjadi pemanasan global. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi kemudian. seleruh planet ini akan tenggelam karena mencairnya dua kutub es yang kita miliki. dan tidak akan cukup sampai disitu saja. Berbagai bencana akan datang bagai siklus yang bekelanjutan.

bahkan saat ini metro tv telah menayangkan film-film dokumenter pendek tentang perkiraan yang terjadi di beberapa kota di benua Amerika beberapa tahun mendatang. Kemasannya sudah lumayan bagus, tidak melulu berisi penjelasan yang rumit. Diselingi penggambaran suasana drama ketika bencana itu terjadi, menjadikan film-film seperti ini asyik dan membuat kita tersentak untuk segera melakukan perubahan gaya hidup. Atau bahkan jika sudah terlambat untuk mencegahnya paling tidak kita bisa mempersiapkan sebelum datangnya bencana itu. Misalnya badai di kota Dallas yang diperkirakan  akan muncul dalam belasan tahun mendatang, pemerintah bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengevakuasi korban lebih cepat. Munculnya film seperti ini bisa lebih meningkatkan kepedulian kita untuk lebih mencintai planet kita tercinta. Save the earth…….

Tanggal 3-14 desember mendatang akan diselenggarakan Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Nusa Dua-Bali. Acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 189 negara di dunia. Bertempat di Bali International Convention Centre, acara ini bertujuan menyusun strategi untuk meningkatkan antisipasi perubahan iklim sejak 2012. Semoga dengan hadirnya acara internasional seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya mencegah pemanasan global.

Untuk menyambut acara tersebut, Ibu Ani SBY memimpin Gerakan Nasional Perempuan Tanam dan Pelihara 10 juta pohon yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Desember kemarin. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon kecapi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur oleh beliau diikuti ribuan perempuan indonesia. Semoga kegiatan ini akan terus dipantau dan dikembangkan. Tidak hanya sekedar asal tanam saja.

Mari mulai mencintai bumi ini dengan hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon tanpa menanamnya kembali serta menumbuhkan perilaku hemat energi. Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini…
Mari mulai saat ini
Mulai dari yang paling kecil
Mulai dari diri sendiri

Yuukk.. nanam pohon yuuuuk….

xpression, newsflash!! 5:10 am
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Beberapa mahasiswa menggelar aksi bagi-bagi selebaran dan stiker tentang bahaya narkoba serta bunga mawar di jalan raya. Bahkan ada yang ngasih ucapan "happy AIDSday!! :p " lewat sms di hp ku. Semoga dengan adanya berbagai kegiatan kampanye seperti ini beberapa tahun mendatang kita sudah tidak memperingati hari AIDS lagi, karena semua penduduk dunia sudah tidak ada lagi yang terkena virus mematikan ini. Amiiin.

Pada hari itu pula para mahasiswa melepas 1000 balon berbentuk kondom sebagai pembuka Pekan Kondom Nasional (PKN) di Bundaran senayan Jakarta Pusat. Memang tujuannya untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, tetapi kegiatan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif. Mungkin pembagian ini ditujukan untuk pasangan suami istri, tetapi bisa saja anak muda yang bahkan belum menikah kemudian menggunakannya. Hal ini bisa memicu terjadinya free sex bukan?. Hendaknya kegiatan seperti ini lebih dikontrol.  Atau cukup dengan penyuluhan kepada pasangan suami istri tentang pentingnya penggunaan alat ini. Tidak perlu membagi-bagi kepada siapa saja kan?. Karena jika disalahgunakan kita juga ikut bertanggung jawab.

Memang penularan virus HIV-AIDS bisa melalui hubungan seperti itu, namun 70% penularannya dari penggunaan jarum suntik. Dengan fenomena ini pemerintah hendaknya lebih tegas lagi menjatuhi hukuman bagi pengedar narkoba. Karena orang-orang itulah "biang kerok" dari kemelut virus mematikan ini.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Dunia kedokteran belum juga menemukan titik terang, dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah MENGHINDARINYA. Ketika seseorang telah terjangkit virus ini maka kekebalan tubuhnya akan menurun dengan demikian ia akan mudah terkena penyakit. Dan jika itu terjadi maka ia akan tertap menderita penyakit tersebut hingga menemui ajalnya. Jika kekebalan tubuhnya terserang maka akan terus menurun. Oleh karena itu bagi penderita HIV-AIDS sebaiknya terus menambah kekebalan tubuhnya untuk hidup lebih lama. Begitu teorinya, tetapi tetap saja "kematian adalah kuasa TUHAN". Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Menurut data dari Departemen Kesehatan sejak tahun 1987, sebanyak 5.904 jiwa terjangkit virus HIV yang belum menunjukkan gejala. Sedangkan penderita AIDS 10.384, 2.287 diantaranya telah meninggal. Dalam kurun tahun 2006, sebanyak 176.000 - 247.000 penderita HIV-AIDS. Sebagian sudah menikah atau berencana menikah. Data ini akan berkembang di lapangan. Berdasarkan rumus Badan Kesehatan Dunia WHO,jika satu orang terdeteksi positif berarti sudah ada 100 penderita terselubung. Bayangkan saja…. sudah berapa juta jiwa yang menjadi korban.

Semoga harapan untuk tidak lagi merayakan hari AIDS beberapa tahun mendatang bisa terwujud…..
Aminn..

curhattt.., newsflash!! 5:08 am
Pagi itu kami dikejutkan oleh suara gaduh para warga. Suara itu datangnya dari arah timur tempat tinggalku. Ketika keluar dari rumah terlihat wajah-wajah  cemas bercampur haru, seperti ada yang baru saja meninggal. Sontak kutanya Pak Jo, tukang sayur yang setiap hari nongol di depan rumahku.
"Ada apa toh Pak?"
"Itu.. katanya ada yang ketabrak kereta di sana" jawab Pak Jo sambil menunjuk ke arah timur.
Beberapa orang tampak berjalan tergesa ke arah yang ditunjukkan Pak Jo tadi. Bahkan ada yang berlari sambil berteriak.. "siapa…?" khawatir korban yang tertabrak adalah anggota keluarganya.

Beberapa menit kemudian terdengar dengung sirine mobil ambulans dan polisi pun berdatangan. Suasana semakin mencekam ketika kulihat kemudian mobil ambulans lewat setelah mengevakuasi korban. Di belakangnya iring-iringan motor para warga juga polisi, seolah membawa pergi kecemasan kami.

Kabarnya kendaraan yang ditabrak adalah truk. Kira-kira 2km ke arah timur tempat tinggalku terdapat beberapa pabrik. Setiap hari kendaraan pribadi maupun truk-truk pengangkut barang bersliweran di jalan depan rumahku. Kebetulan truk naas itu sedang tidak mengangkut barang karena waktu itu masih pagi. Mungkin saja dia sedang akan mengambil barang, aku tidak tahu. Kata Lek Narti, tetanggaku yang sempat menonton kejadian itu, pengemudinya seorang lelaki paruh baya berasal dari wagir. Malang benar nasibnya.

Tragedi seperti ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa bulan yang lalu seorang anggota TNI yang sedang melintas mengendarai motornya juga menjadi korban kelalaian pemerintah. Kenapa disebut kelalaian pemerintah?. Karena jalur kereta api yang terletak di pemukiman warga ini tanpa pembatas jalan. Dan karena tanpa pembatas maka otomatis tanpa pos penjagaan. Padahal setiap harinya ratusan kendaraan lalu lalang melintasi jalur kereta api yang melintang di jalur mereka. Meski sudah beberapa kali memakan korban, rupanya pemerintah daerah belum tergerak untuk membangun pembatas jalan.

Jalur kereta tersebut berada di Jl Dr Cipto gang Kalianyar desa Bedali kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Semoga tragedi semacam ini tidak akan terjadi lagi. Semoga setelah ini para pemilik perusahaan yang melintasi jalan ini akan tergerak hatinya untuk membangun pembatas jalan demi keselamatan karyawannya. Semoga….
Amiin