Sudah beberapa hari ini aku absen mengajar di mushalla. selain karena kesibukanku (ciee.. sok sibuk)juga kadang ketika nyampe rumah udah tinggal capeknya. Nah kalau sudah begitu akan ada perang batin. Tinggal siapa yang memenangkan perang ini yang memutuskan aku pergi atau nggak :) . Hari itu aku sengaja pulang lebih awal untuk menebus kesalahanku. Sehingga jam 02.30 aku sudah rapi jali plus wangi dan siap untuk berangkat dengan penuh semangat.
    Aku sudah dengan pedenya mau ngajar. Ternyata hari itu juga masih ada perang batin dalam benakku. "Jangan-jangan libur lagi…atau anak-anak ga ada yang datang karena pada bantuin ibunya masak buat selametan". Maklum beberapa hari lagi sudah ramadhan dan biasanya sudah ada yang mulai selametan. Tapi meski demikian aku tetap saja melangkah. Kan malu kalau harus balik lagi hanya karena firasat yang belum tentu benar. Aku menapaki jalanan berdebu sore itu dengan penuh semangat sambil sesekali menyapa warga yang kebetulan sedang menyiram halaman rumahnya.
    Beberapa meter dari mushalla, seseorang menyapaku sambil menaiki motornya. "Assalamu’alaikum bu dian.." sapanya ramah sambil terus melaju. "Alaikum salaam…" jawabku. Aku paling ga nyaman kalau dipanggil bu, padahal kan belum juga jadi ibu.. :) . Sekilas kemudian baru aku sadar kalau beliau itu juga pengajar di mushalla ini. Tapi, wait!!! kenapa ia malah pulang?pikiranku mulai lagi… Begitu sampai di depan mushalla, pemandangan yang tidak biasanya terjadi. Dampar-dampar dikeluarkan dengan posisi berdiri, menggantung di pagar mushalla. Karpet-karpet juga diamankan. Selang air terkapar di lantai. Baru kemudian aku tahu kalau mereka sedang kerja bakti ngepel mushalla.
    Oh.. eM-Ji… aku udah rapi jali plus wangi bagini disuruh ngepel…. waw… Belum lagi aku menginjakkan kaki ke dalam mushalla, seorang santri menarik tanganku masuk sambil berseru "ayoo mbak kita maen air…..". Seseorang menyemprot tubuhku dengan air… "pfeeeww…oh no!!" jeritku. "Ayoo mbak.. kita perosotan!!!" Keadaan seperti tidak terkendali. Mereka berkumpul di tengah sambil terus menyirami lantai dengan air kemudian maen perosotan air. Ya ampyuuun… mereka ini benar-benar… Tapi melihat wajah-wajah ceria ini aku tidak tega kalau harus menghapus kebahagiaan yang terpancar dari sorot mata mereka. Maka sekalian aja aku buat lomba.. hehehehee… seru juga loh… Tentu saja setelah itu aku langsung membagi tugas. Ada yang mengelap kaca, membersihkan lantai atas (musalla ini meski ukurannya tidak besar tapi berlantai 2 lho..) dan mengepel halaman luar.
   Tidak lama kemudian lantai sudah pada kinclong setelah kita pel rame-rame. Anak-anak senang, warga juga senang dong.. mushallanya sudah kita bersihkan. Dan besok sudah siap untuk dipakai shalat tarawih. Marhaban yaaa Ramadhan…..
Meskipun awalnya aku agak ’sayang’ kalau bajuku yang baru ganti ini kotor, tapi sekarang tidak lagi. Seneng rasanya bisa bergembira sama anak-anak. Meski kadang-kadang mereka ’sedikit’ nyusahin… sedikit kok!! tapi hari ini aku seneng… really have fun with them :) . Thank you GOD for sending them to me……