xpressionSeptember 14, 2007 6:36 am
  Sudah beberapa hari ini aku absen mengajar di mushalla. selain karena kesibukanku (ciee.. sok sibuk)juga kadang ketika nyampe rumah udah tinggal capeknya. Nah kalau sudah begitu akan ada perang batin. Tinggal siapa yang memenangkan perang ini yang memutuskan aku pergi atau nggak :) . Hari itu aku sengaja pulang lebih awal untuk menebus kesalahanku. Sehingga jam 02.30 aku sudah rapi jali plus wangi dan siap untuk berangkat dengan penuh semangat.
    Aku sudah dengan pedenya mau ngajar. Ternyata hari itu juga masih ada perang batin dalam benakku. "Jangan-jangan libur lagi…atau anak-anak ga ada yang datang karena pada bantuin ibunya masak buat selametan". Maklum beberapa hari lagi sudah ramadhan dan biasanya sudah ada yang mulai selametan. Tapi meski demikian aku tetap saja melangkah. Kan malu kalau harus balik lagi hanya karena firasat yang belum tentu benar. Aku menapaki jalanan berdebu sore itu dengan penuh semangat sambil sesekali menyapa warga yang kebetulan sedang menyiram halaman rumahnya.
    Beberapa meter dari mushalla, seseorang menyapaku sambil menaiki motornya. "Assalamu’alaikum bu dian.." sapanya ramah sambil terus melaju. "Alaikum salaam…" jawabku. Aku paling ga nyaman kalau dipanggil bu, padahal kan belum juga jadi ibu.. :) . Sekilas kemudian baru aku sadar kalau beliau itu juga pengajar di mushalla ini. Tapi, wait!!! kenapa ia malah pulang?pikiranku mulai lagi… Begitu sampai di depan mushalla, pemandangan yang tidak biasanya terjadi. Dampar-dampar dikeluarkan dengan posisi berdiri, menggantung di pagar mushalla. Karpet-karpet juga diamankan. Selang air terkapar di lantai. Baru kemudian aku tahu kalau mereka sedang kerja bakti ngepel mushalla.
    Oh.. eM-Ji… aku udah rapi jali plus wangi bagini disuruh ngepel…. waw… Belum lagi aku menginjakkan kaki ke dalam mushalla, seorang santri menarik tanganku masuk sambil berseru "ayoo mbak kita maen air…..". Seseorang menyemprot tubuhku dengan air… "pfeeeww…oh no!!" jeritku. "Ayoo mbak.. kita perosotan!!!" Keadaan seperti tidak terkendali. Mereka berkumpul di tengah sambil terus menyirami lantai dengan air kemudian maen perosotan air. Ya ampyuuun… mereka ini benar-benar… Tapi melihat wajah-wajah ceria ini aku tidak tega kalau harus menghapus kebahagiaan yang terpancar dari sorot mata mereka. Maka sekalian aja aku buat lomba.. hehehehee… seru juga loh… Tentu saja setelah itu aku langsung membagi tugas. Ada yang mengelap kaca, membersihkan lantai atas (musalla ini meski ukurannya tidak besar tapi berlantai 2 lho..) dan mengepel halaman luar.
   Tidak lama kemudian lantai sudah pada kinclong setelah kita pel rame-rame. Anak-anak senang, warga juga senang dong.. mushallanya sudah kita bersihkan. Dan besok sudah siap untuk dipakai shalat tarawih. Marhaban yaaa Ramadhan…..
Meskipun awalnya aku agak ’sayang’ kalau bajuku yang baru ganti ini kotor, tapi sekarang tidak lagi. Seneng rasanya bisa bergembira sama anak-anak. Meski kadang-kadang mereka ’sedikit’ nyusahin… sedikit kok!! tapi hari ini aku seneng… really have fun with them :) . Thank you GOD for sending them to me……
 
 
     
curhattt.. 6:03 am
   Sewaktu aku masih duduk di bangku SD, ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam benakku. Jawaban itu baru aku ketahui beberapa tahun kemudian (kelamaan yak..??). Jadi begini ceritanya, setiap habis shalat aku selalu membuat permohonan, istilahnya ‘make a wish’ gitu sama ALLAH :) . Yah.. namanya juga masih kecil.. apa aja diminta. Pernah suatu kali aku minta sesuatu, dan beberapa hari kemudian terkabul. Wah aku jadi tambah semangat berdoa. Tapi tentu saja tidak semua keinginanku langsung terkabul begitu saja.
    Begitu aku merasa bahwa doaku dikabulkan, maka aku akan terus memohon hal yang lain lagi. Yah.. namanya juga manusia.. Tapi ketika itu sempat terbersit di kepala pertanyaan -yang aku anggap besar ketika itu-. Apa yaa hukumnya orang yang terus saja minta sama ALLAH. Apakah pahala kita tidak akan dikurangi nantinya?. Logikanya kalau kita selalu saja minta sesuatu kepada orang lain pasti kita akan dinilai jelek. Gimana dengan nilai kita dihadapan ALLAH nanti?. Wah gawat….
    Berhari-hari aku memikirkan hal itu, sampai-sampai ketika habis shalat aku hanya berdoa "Robbanaghfirlana dzunuubana wa liwaa lidaina war hamhumaa kamaa robbayanii shogiiroo". Beberapa kali shalat tanpa make a wish rasanya gimanaa gitu.. Oya..yang aku maksud make a wish itu, doa yang aku panjatkan dengan bahasaku sendiri (waktu itu belum belajar bhs arab). Tapi lama kelamaan aku nggak sanggup kalo nggak curhat sama ALLAH. Jadi masa bodolah nilaiku berapa :) . Beberapa waktu aku tidak lagi memikirkan pertanyaan yang aku anggap konyol waktu itu.
    Ketika kemudian aku sekolah di kmi dan mempelajari ilmu tafsir, ketemulah aku dengan ayat yang menjawab pertanyaanku selama bertahun tahun itu. Ayat tersebut ada di dalam AlQuran Surat Al-Baqarah :186, yang artinya begini…
 
"Dan apabila hamba-hambaKU bertanya tentang AKU, maka (katakanlah) bahwasaNYA AKU dekat. AKU mengabulkan permintaan orang-orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKU. Niscaya hekdaklah mereka itu memenuhi segala perintahKU dan beriman kepadaKU agar mereka selalu dalam kebenaran." Q.S Al-Baqarah :186
 
Menurut ayat ini kita bahkan dianjurkan untuk berdoa dan memohon hanya kepadaNYA. Dan ALLAH akan mengabulkan. SubhanaLLAH… betapa IA sangat menyayangi ummatNYA… Setelah ketemu dengan ayat ini, maka sirna sudah keraguanku selama ini. Dan lebih banyak lagi ayat yang menganjurkan kita untuk memohon kepadaNYA.
    Ternyata ALLAH lebih menyukai orang yang merasa membutuhkanNYA. Dan itu memang harus, karena toh kita hanya manusia yang tidak punya kuasa apapun. Hanya ALLAHlah Yang Maha Segalanya… Hanya ALLAH tempat kita bergantung. Kita memang sangat membutuhkanNYA…Tapi berdoa, tidak mesti akan serta merta dikabulkan olehNYA. Kita tetap butuh usaha. Setelah usaha itulah kita iringi dengan doa.
      Akhirnya… kutemukan juga jawabannya…. Asyiiikkkk… jadi aku bisa minta apa saja. ALLAHku memang MAHA BAIK… SubhanaLLAH..walhamduliLLAH…
 
Terima kasih ALLAH…