Pentingnya Pendidikan IT bagi Anak-anak
Berikut ini ialah sampel-sampel dari luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran mereka:
- SD River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada, merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan, referensinya disimpan di dalam disket video interaktif dan CD-ROM-bisa langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa digabungkan dengan informasi.
- SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4% dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%
- Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.
Dalam tempo dua tahun, baik angka putus sekolah maupun murid absen menurun ke titik nol. Nilai ujian-standar murid meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah seantero New Jersey. (Dikutip dari http://artikel.us Artikel Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan Geger Riyanto 14/1/2005)
Bahkan salah seorang kenalan saya yang anaknya tinggal di Australia suatu kali bercerita. Bahwa cucunya yang masih pra sekolah (playgroup) sudah dikenalkan dunia informatika. Jadi orangtua si anak tersebut diberi pelatihan tentang photoshop. Nah kemudian ketika di rumah, orang tua bisa menunjukkan foto-foto si anak menggunakan photoshop. Dengan demikian akan ada interaksi si anak dengan dunia IT meski dengan cara yang paling sederhana seperti itu. Ini juga berlaku untuk materi IT yang lain. Ckckck… sungguh berbeda dengan kenyataan di Negara kita.
Jika menurut Anda belajar photoshop terlalu berat bagi anak kita, maka Anda bisa memperkenalkan berbagai game edukatif yang saat ini banyak tersedia di internet. Berikut ini referensi permainan edukatif yang saya kutip dari http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/mwiryana/2007/05/04/jangan-racuni-anak-anak/
- Pysycache [http://www.pysycache.org/], permainan ini sangat simpel karena ditujukan untuk anak-anak pra TK untuk mengenal bagaimana mengoperasikan mouse, keyboard sembari bermain. Pada permainan ini terdiri dari berbagai aktifitas sederhana misal puzzle, mencari obyek dan sebagainya. Si kecil dengan cepat dapat memahami permainan ini dan sibuk dengan permainan ini. Bahkan Anda dapat mengubah atau memodifikasi permainan ini dengan mudah karena ini OpenSource. Si kecil sibuk bermain, ortu juga sibuk mengubah permanian ini. Permainan komputer jangan sampai digunakan sebagai substitusi orang tua, sebaiknya malah dimanfaatkan sebagai perekat antara si kecil dan orang tua. Permainan ini memberikan kesempatan itu.
- Childsplay [http://childsplay.sourceforge.net/], ini mirip seperti Gcompris. Tetapi diprogram tidak dengan C/C++ dan lingkungan Gnome, tetapi menggunakan pustaka SDL sehingga memudahkan penanganan animasi yang mulis dan suara. Permainan ini memiliki plug-in yang dapat digunakan untuk menambah permainan (seperti aktifitas di gcompris). Diprogram menggunakan python, sehingga mudah bila orang tua atau guru ingin melakukan modifikasi permainan ini. Walau jumlah aktifitas belum sebanyak gcompris tetapi menuliskan aktitifitas tambahan di childsplay tidak sesulit gcompris.
Dan tentu saja masih banyak pilihan permainan baik yang bersifat edukatif ataupun sekedar untuk bersenang-senang. Dan semua itu tergantung pada orang tua yang mengarahkan anaknya akan dibawa kemana. Tentu saja kita tidak cukup hanya dengan memperkenalkan saja. Harus diikuti dengan kontrol dari orangtua. Jadi tetap orang tua memiliki peran penting pada perkembangan anak.
Pengenalan IT kepada anak-anak memang harus dimulai sejak mereka usia dini. Dengan demikian mereka akan terbiasa berfikir cepat dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada.
Diolah dari berbagai sumber.




sebagai seseorang yang sudah dididik untuk menjadi seorang pendidik, qt pny kewajiban tuk memajukan dunia pendidikan. Betul ga ne??? sama2 berusaha dari sekarang yuk…
Comment by nida — June 30, 2007 @ 7:45 am
ceile.. blog serius rek..
paham … Paham ..
Comment by warix — June 30, 2007 @ 8:05 am
kalo nge game…buat anak penting ga????
itu melatih daya pQr juga khan??
Comment by ritanggoro — June 30, 2007 @ 1:02 pm
wahh,,mayan nih buat masa depan,,biar tau mendidik jg,,thank
Comment by aluckz — July 1, 2007 @ 6:30 am
nah, nih dah sembuh commentnya..
klo ga salah surabaya dah mulai mengenalkan IT ini di dunia pendidikannya bahkan sejak SD lewat lappy brjalannya.negara kita juga pernah diramaikan dengan lappy yg harganya 1 jt. paling ga dah mulai ada greget ke arah sana.yang jelas harus didukung dengan pengajar yg brkualiatas pula, seperti kalianlah contohnya…:P…yang tiap hari bergelut dengan itu. getoo…gmn, siap? masalah biaya tinggal calling pa SBY aja..:)
Comment by goffy — July 2, 2007 @ 9:18 am
maju terus perkembangan game, khususnya di indonesia…
spesialnya game flash..
Comment by zul — July 9, 2007 @ 4:46 am